Derita Membuka Mata

Bacaan Setahun : Kisah Para Rasul 18-20
Nats : Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18)

Bacaan : Kisah Para Rasul 7:54-8:4

Dr. George Harley, seorang lulusan dari Universitas London, memberi hidupnya bagi pekerjaan Tuhan di Liberia, Afrika, dengan pengorbanan besar. Dalam lima tahun pertama, tidak ada seorang pun yang mau berobat dan ditolong dokter. Namun suatu hari, anak Dr. Harley meninggal dunia. Sang dokter yang begitu sedih membuat sendiri peti mati dan mengubur anak yang dicintainya. Melihat penderitaan sang dokter, masyarakat desa itu terkejut. Mereka heran bahwa orang kulit putih juga bisa menangis. Air mata sang dokter telah menyentuh hati mereka dan mengubah keadaan. Sebab bagi mereka, itulah tanda bahwa sang dokter memiliki kasih yang mendalam. Mulai dari saat itu, salah satu desa di Liberia disentuh dan dimenangkan bagi Kristus.

Mata rohani orang-orang juga terbuka ketika menyaksikan keberanian Stefanus menghadapi penghakiman massal, yang membuatnya terbunuh sebagai martir. Mereka heran mengapa Stefanus berani membela imannya sedemikian rupa. Itu membuktikan bahwa kepercayaan Stefanus jauh lebih unggul dibandingkan kepercayaan orang-orang lain. Bahkan, penderitaan Stefanus juga membuka mata batin, serta memacu semangat dan kehendak para pengikut Kristus untuk makin gencar dan berani menyebarkan Kabar Baik. Setelah penganiayaan Stefanus, anak-anak Tuhan makin tersebar bahkan sampai keluar dari Yerusalem.

Penderitaan Stefanus dan Dr Harvey, justru menjadi alat di tangan Tuhan untuk mendobrak kerasnya hati manusia. Bukan hanya mata batin para pengikut Kristus, melainkan juga mereka yang masih membutuhkan kasih Kristus --BL

BAHKAN PENDERITAAN ANAK-ANAK ALLAH
DAPAT DIPAKAI UNTUK MENGGENAPI RENCANA BESAR ALLAH

Sabda.org
Previous
Next Post »