Fisiologi Darah

Membicarakan darah, merupakan hal yang sangat pokok dalam Alkitab. Karena demikian pentingnya pokok ini, sehingga Alkitab mencatatnya sebanyak 312, belum segala sesuatu yang berhubungan dengan darah.

Mengapa darah menjadi begitu penting dalam Alkitab? Tentu kita semua tahu, bahwa tanpa darah, tidak ada kehidupan dari segala yang hidup, baik manusia maupun binatang. Perjanjian Lama sudah jauh-jauh menyinggung tentang darah, baik yang tersurat maupun yang tersirat (Kej. 3:21). Penumpahan darah pertama dilakukan oleh Kain terhadap Habel. Darah Habel terus berteriak di hadapan Allah, sehingga Allah harus menuntut hukuman terhadap Kain. Allah menuntut setiap pertumpahan darah, terutama darah orang tidak bersalah.

Sebuah buku yang sangat bagus karangan M.R. DeHaan M.D. telah banyak mengungkap rahasia tentang “Kimiawi Darah” terutama dalam diri Yesus. Mengapa Yesus harus mencurahkan darahNya di Kalvari? Mengapa harus darah yang harus dikucurkan untuk keselamatan manusia? Bagaimana hubungan nyawa dengan darah? Mengapa hanya darah Yesus yang dapat menghapus dosa? Hal yang lebih menarik lagi dalam hubungannya dengan “kelahiran suci” Yesus.


Fisiologi Tentang Darah

Bukanlah kebetulan atau asal-asalan Tuhan memprogram tubuh manusia dengan struktur yang rumit dan mengagumkan. Secara sempurna, Ia menciptakan manusia dengan berbagai macam jaringan dalam tubuh. Ada otot, syaraf, lemak, kelenjar, tulang, jaringan penghubung, dsb. Masing-masing bagian tersebut terdiri atas sel-sel, berukuran sangat kecil dan memiliki fungsi yang khusus dan terbatas.

Namun Tuhan menciptakan darah, yang merupakan bagian yang sangat unik dan sangat lain bila dibanding dengan jaringan-jaringan di atas. Darah itu berupa cairan yang bergerak, sehingga tidak terbatas pada satu bagian tubuh saja, tetapi bebas bergerak ke seluruh bagian tubuh dan ia menyediakan sel-sel yang terdiri dari zat makanan dan sekaligus membawa sisa-sisa sampah yang dihasilkan oleh aktivitas sel. Inilah yang disebut dengan proses metabolisme.

Dalam tubuh manusia normal, cairan darah kurang lebih lima liter, dan darah tersebut dipompa oleh jantung dan beredar melalui sistem kurang lebih setiap 23 detik. Jadi setiap sel yang ada dalam tubuh disuplai terus-menerus dan dibersihkan, dan pada saat yang sama pula terjadi hubungan konstan dengan setiap sel lainnya yang ada di dalam tubuh.

Uraian di atas memiliki kandungan kebenaran spiritual yang lebih besar dan dalam, yakni rahasia tubuh Kristus. Jemaat Kristus disebut sebagai tubuh Kristus. Kita adalah bagian tubuhNya dan masing-masing anggota memiliki hubungan satu dengan lainnya. Di dalam tubuh ini, Yesus Kristus sebagai Kepala dan semua orang percaya sebagai anggotanya. Anggota-anggota ini dihubungkan dengan darahNya. Nyawa masing-masing anggota bergantung oleh darahNya. Demikian juga untuk tetap hidup, suplai makanan, kekudusan dan pertumbunhan, sangat bergantung semata-mata pada darah Anak Domba Allah, karena nyawa ada di dalam darah.

Darah Adam

Satu perkara yang menghubungkan semua manusia dengan setiap manusia lainnya adalah darah yang mengalir dalam tubuhnya. Semua manusia berasal dari satu darah dan darah itu adalah darah Adam, manusia pertama dan nenek moyang semua suku bangsa manusia. Adam, darahnya telah tercemar oleh dosa, mati karena pelanggaran- pelanggaran. Alkitab mengatakan: “Dari satu orang saja Ia (Allah) telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi”. (Kis. 17:26). Semua manusia memiliki kesamaan dengan diri Adam dan memiliki hubungan darah dengan Adam, baik orang Yahudi, Yunani, Negro, Jawa, Sunda, dsb.

Darah mereka membawa hukuman kematian karena dosa Adam, dan karena alasan inilah semua manusia mengalami kematian, tanpa terkecuali. Ingatlah, nyawa itu ada di dalam darah, dan jika manusia mati berarti darahnya sudah mati.

Meskipun kita tidak tahu sifat atau keberadaan buah tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat, kita tahu bahwa dengan memakannya kita mengalami “pencemaran darah” dan hal ini membawa kepada kematian. Buah yang baik dan yang jahat telah menjadi racun mematikan. Karena demikian hebatnya racun tersebut, walau sudah 6000 tahun, keturunan Adam masih membawa racun dosa melalui darahnya.

Adam tidak lain hanyalah seonggok debu tanah. Lalu ditiupkan “kehidupan” oleh Allah, dan kehidupan itu adalah darah. Hal ini tidak dapat disangkal lagi, karena memang jelas bahwa nyawa segala makhluk ada di dalam darah. Dan jika segumpal tanah tersebut diberikan darah oleh Allah, maka manusia itu akan menjadi mahluk hidup. Darahnya merupakan pemberian yang terpisah yang berasal dari Allah, karena Allah adalah Hidup.

Karena dosa maka Adam mengalami kematian rohani, dan akhirnya mati secara jasmani. Karena nyawa ada di dalam darah, dan ketika manusia itu mati, sesuatu terjadi pada darahnya. Dosa mencemari darah manusia, bukan tubuhnya, kecuali secara tidak langsung, karena tubuh disuplai oleh darah. Karena alasan inilah tubuh disebut tubuh yang berdosa karena ia terus-menerus diberi makan oleh darah yang telah dicemari dosa. Dan karena Allah telah menjadikan semua bangsa dari orang saja, maka dosa itu turun kepada semua keturunan Adam. Sebab itu karena satu orang berdosa, semua orang menjadi berdosa.


Kelahiran Suci

Dosa benar-benar telah mencemari darah manusia dan sudah seharusnya juga mencemari Kristus yang dilahirkan dari seorang anak dara, karena itu Kristus juga disebut keturunan Adam, namun Dia seorang yang tidak berdosa. Karena hal inilah Kristus mengambil bagian tubuh Adam, yang sifatnya tidak berdosa, tetapi Ia tidak mengambil bagian dari darah Adam, yang sesungguhnya telah tercemari dosa. Allah telah mempersiapkan suatu jalan, sehingga Yesus yang dilahirkan dari seorang perempuan (bukan pria) dapat menjadi manusia yang sempurna, namun Ia tidak mengandung darah Adam di dalam urat nadiNya. Dia tidak mengandung dosa Adam. Adapun kelahiran Yesus yang suci itu ditulis sbb:

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus”. (Mat. 1:18-20).

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh Nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita”. (Mat. 1:22-23).

Inilah kisah satu-satunya di dunia, di mana seorang lahir tanpa dibuahi oleh laki-laki. Kebenaran ini harus dipegang dan tidak bisa disangkal atau membuangnya dan menganggap hanya sebuah dongeng. Dengan jelas bahwa Yesus dikandung dalam rahim seorang anak dara Yahudi dari Roh Kudus. Ia benar-benar terpisah dari keturunan nenek moyang manusia.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan Alkitab bahwa Ia memang tidak berdosa. Sebab ia tidak mewarisi sifat keberdosaan Adam yang mendatangkan kutuk dan kematian. Namun berbeda dengan Yesus, Ia tidak berdosa dan Ia tidak dapat mati, sampai Ia sendiri yang memikul dosa dan mati bagi manusia. Dialah manusia yang sempurna, sebab darahNya tidak tercemar oleh dosa.

Menurut teori kedokteran diketahui bahwa darah yang mengalir di dalam arteri seorang bayi yang masih ada di dalam kandungan tidak berasal dari si ibu, tetapi dihasilkan dari tubuh fetus. Namun hal ini terjadi setelah sel sperma membuahi sel telur dan fetus mulai terbentuk, lalu munculah darah.

Para ahli berpendapat, tidak ada gunanya setetes darah diberikan untuk mengembangkan embrio di dalam rahim seorang ibu. Ibu menyediakan bagi fetus (janin bayi yang belum lahir), zat-zat makanan untuk pertumbuhan tubuh fetus itu ada di dalam rahimnya, tetapi darah yang di dalam tubuh fetus itu dihasilkan oleh embrio itu sendiri. Dari masa pembuahan sampai lahirnya bayi, tidak setetes darahpun dialirkan dari si ibu kepada bayinya.

Plasenta, suatu jaringan yang lebih dikenal dengan nama ‘Uri/Lembuni’ yang membentuk selang antara si ibu dengan bayinya. Plasenta terbentuk dengan begitu sempurna sehingga walaupun semua zat makanan yang dapat larut seperti protein, lemak, karbohidrat, garam, mineral, dan juga antibodi mengalir dengan bebas dari si ibu kepada bayinya dan sampah-sampah yang dihasilkan dari metabolisme si bayi dikeluarkan kembali ke sirkulasi si ibu, tidak terjadi pertukaran darah walau setetes, dan ini terjadi secara normal. Darah si bayi itu dihasilkan dari tubuh di bayi itu sendiri. Si ibu sama sekali tidak menyumbangkan darahnya.

Howell, dalam bukunya Text Book of Physiology, menulis: “Untuk dapat mengerti fungsinya secara umum adalah dengan mengingat bahwa plasenta mengandung vascular chorionic papillae yang esensial dari fetus (janin bayi) yang terbungkus di dalam cairan darah membran desidual sang ibu. Fetal dan darah sang ibu tidak pernah berhubungan. Mereka dipisahkan satu sama lainnya oleh dinding pembuluh darah fetal dan selaput epithelial chorionic villae”.

William, dalam Practice of Obstetrics, edisi tiga menulis:

“Darah janin di dalam pembuluh chorionic villae tidak bercampur dengan darah ibunya, terpisah satu dengan lainnya oleh dua lapisan chorionic epithelium.”

Dilanjutkan:

“Secara normal tidak ada hubungan antara darah janin dengan darah ibunya.”

Dalam buku Nurse’s Handbook of Obstetrics karangan Louise Zabriskie, R.N, edisi lima dikatakan:

“Ketika sirkulasi darah mulai terjadi di dalam embrio, ia akan tetap terpisah dan berbeda dari darah ibunya. Semua makanan dan sampah larutan yang bergerak bolak-balik antara embrio dan si ibu haruslah melalui dinding pembuluh darah dari satu sirkulasi ke sirkulasi lainnya.”

Dilanjutkan:

“Janin menerima zat-zat makanan dan oksigen dari darah ibunya melalui medium plasenta. Jantung janin memompa darah melalui arteri tali pusat ke pembuluh plasenta, yang keluar dan masuk dari jaringan kandungan dan berhenti dekat sekali dengan pembuluh kandungan, mengakibatkan difusi, melalui dinding-dindingnya, dari sampah-sampah hasil prosuksi dalam tubuh janin ke ibunya dan zat-zat makanan dan oksigen dari ibunya ke janin tersebut. Seperti yang telah dikatakan, pertukaran ini diakibatkan oleh proses osmosis, dan tidak ada pencampuran secara langsung dari kedua aliran darah ini. Dengan kata lain, tidak ada darah dari si ibu yang mengalir ke dalam tubuh si janin dan begitu pula sebaliknya.”

Dengan melihat kerumitan ajaib tersebut, menegaskan akan kebenaran jari Allah menenun manusia Yesus dari seorang perawan, darah Yesus tidak memperoleh suplai dari darah Maria. Ketika ia menciptakan perempuan, Ia menciptakannya sedemikian rupa, sehingga tidak ada darah yang dapat mengalir dari tubuh perempuan itu kepada keturunannya. Untuk menciptakan manusia yang tidak berdosa dan juga keturunan dari Adam, Allah menyediakan suatu cara sehingga manusia itu memiliki tubuh yang berasal dari Adam, tetapi memiliki darah dari sumber yang terpisah. Luar biasa dan ajaibnya kejadian di dalam tubuh Yesus, yang darahNya bukan darah dari Adam, tetapi dari Tuhan.

Ibrani 2:14, mengatakan: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka...”

Kata “anak-anak” (children) yakni anak-anak manusia – anak-anak dari darah dan daging, sedang Yesus dikatakan “menjadi sama” (took part of the same) dengan mereka (anak-anak manusia). Kata “took part” yang menunjuk pada Kristus, berbeda dengan “partakers” yang menunjuk kepada anak-anak manusia. “Menjadi sama” bisa diartikan sebagai “mengambil bagian dalam sesuatu di luar dirinya sendiri.” (Yun: mateco = mengambil bagian namun tidak seutuhnya). Sedangkan mengambil bagian seutuhnya (Yun: koynoneho), sehingga seluruh anak-anak Adam mengambil seutuhnya dari tubuh Adam dan darah Adam. Jelas di sini bahwa Kristus hanya mengambil bagian dalam tubuh, sedangkan darahNya dari pembuahan yang supranatural.

Yesus adalah manusia seutuhnya: menurut daging, Ia adalah keturunan Daud, tetapi darahNya berbeda dengan darah manusia. Adam yang pertama darahnya fana dan tercemar oleh dosa. Namun Adam yang terakhir, mengalir darah yang baru dan kudus dan yang tidak berdosa, yang secara daging keturunan Adam dan di dalam tubuhnya mengalir darah yang kudus. Pembuahan oleh Roh Kudus merupakan satu-satunya cara Allah membuat kelahiran suci dan sempurna. Maria memberi makan janin Yesus sehingga Yesus disebut keturunan Daud. Roh Kuduslah yang menyumbangkan darah Yesus, darah yang tidak berdosa. Inilah darah satu-satunya di dunia ini yang paling berbeda dari semua manusia.

Yudas dalam penyesalannya mengatakan dalam Mat: 27:4 : "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Memang Yesus sama sekali tidak bersalah atau berdosa dalam hal apapun. Karena darahNya adalah darah yang tidak berdosa maka darah Yesus adalah kekal dan tidak dapat binasa. Dengan sukarela telah menyerahkan darahnya untuk ditumpahkan bagi penebusan manusia dari dosa, sehingga, walaupun Ia sudah mati tiga hari tiga malam, tubuhNya tidak binasa. Maut tidak berkuasa atasNya, Ia telah menang atas maut.

Darah Yesus Berkuasa

Darah yang ada dalam keturunan Adam telah terkontaminasi oleh dosa, bukan hanya sekedar terkontaminasi sebagian, tetapi seluruhnya. Darah yang terkontaminasi tersebut berupa leukimia rohani yang membawa kematian, bukan hanya tubuh, tetapi juga roh. Oleh sebab itu, manusia keturunan Adam harus ditransfusi darah yang suci, yakni darah Yesus, darah yang penuh kuasa, baik atas maut dan dosa, bahkan atas iblis.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.” (Wah. 12:10-11)

Banyak nyawa manusia yang tertolong melalui tranfusi darah Anak Domba Allah dan memiliki hidup yang kekal. Tranfusi darah terbesar adalah ketika seseorang yang berdosa, yang telah mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, diselamatkan oleh darah Yesus pada saat ia menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dalam hal ini yang dibutuhkan hanyalah iman.

Allah memiliki bank darah, yakni persediaan darah untuk siap ditransfusikan kapan saja dan tak terbatas persediaannya. Persediaan darah yang Tuhan punya cukup bagi semua manusia. Darah tersebut benar-benar darah yang steril dan suci hama, bebas dari segala kontaminasi dosa. Darah Yesus cocok untuk semua golongan, dan tidak dipungut biaya, alias gratis. Sekarang manusia yang darahnya sudah terkontaminasi dosa Adam, hanya tinggal datang kepada Yesus, maka Ia akan mencurahkan darahNya atas manusia yang berdosa, dan memiliki hidup yang kekal. Darah Yesus adalah darah yang sangat mahal. Karena mahalnya, sehingga tidak ada satu manusiapun yang bisa membeli dengan harta, atau bahkan nyawa sekalipun.

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Pet. 1:18-19).

Natal merupakan sebuah momentum, sekaligus menegaskan akan kelahiran Manusia Ajaib. Kehadiran bayi Yesus di dunia ini, untuk memberhentikan petualangan dosa yang berabad-abad lamanya bercokol dalam kehidupan manusia. Dosa berhasil mengelabui semua manusia termasuk para nabi, namun dosa tidak berhasil mengalahkan Yesus. Ia satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Dengan demikian darahNya yang kudus sanggup membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan maut.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasihnya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5:8-9).

(disadur dari Majalah Sola Gracia)

Previous
Next Post »