Pekerjaanmu Berharga

2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7; 1 Samuel 1-2

Sampai era 80-an, kita masih bisa melihat ada profesi pemungut puntung rokok. Sambil membawa semacam sumpit mereka menyusuri jalan sambil terus menunduk mencari-cari puntung rokok di jalan. Setelah terkumpul, sisa sedikit tembakau pada puntung itu mereka kumpulkan untuk dijual dan dijadikan rokok baru lagi.

Mereka bukan pengemis. Justru mereka adalah orang yang memiliki harga diri. Mereka pantang menadahkan tangan memohon belas kasihan orang walaupun berat dan hasilnya sangat kecil. Daya juang mereka patut kita hargai.

Sayang, lambat laun profesi itu punah. Zaman telah berubah. Sejak krisis ekonomi mendera kita Juli 1997, etos kerja telah hancur. Sekarang daripada menjadi pemungut puntung rokok, orang lebih suka mengemis.

Firman Tuhan sangat keras menyoroti hal ini: yang tidak bekerja, jangan makan. Mungkin pekerjaan kita dipandang rendah, tempat kerjanya kotor, sangat berat dan melelahkan, atau bahkan beresiko tinggi. Lagi pula, imbalannya pun relatif kecil. Mungkin kita kecil hati melihat keberhasilan teman kita. Tapi, jangan putus asa! Tak ada pekerjaan yang hina asalkan halal dan tidak merugikan orang lain. Yang membuatnya berharga adalah bagaimana kita melakukannya. Apakah dengan sepenuh hati, seolah-olah untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia, atau asal-asalan. Tuhan menghargainya.

Jika kita tak bisa mencintai apa yang kita kerjakan, kemungkinan besar orang lain pun akan demikian.

Previous
Next Post »