TITANIC

US003401

Nama Titanic tentunya sudah tidak asing lagi buat kita semua, bukan? Titanic adalah nama kapal penumpang  termewah dan terbesar di dunia waktu itu (1912) yang tenggelam pada pelayaran perdananya dari Inggris menuju Amerika. Pada tahun 1997, kisah tenggelamnya istana terapung ini dibuat film yang sangat menarik dengan bumbu percintaan dua anak manusia yang berlainan kasta sosial. Film Titanic ini ternyata sangat laris di pasaran sehingga  meraih pelbagai penghargaan yang membuktikannya sebagai film kelas tinggi yang patut mendapat perhatian masyarakat.

Data Titanic
Titanic adalah kapal terbesar yang pernah dibuat manusia pada waktu itu (1912). Panjangnya mencapai 270m dan berat 1 jangkarnya saja 15,5 ton. Pada bagian dasarnya, kapal ini mempunyai dua bagian pelapis untuk memberi perlindungan ganda. Pelbagai kemewahan ada di dalam kapal yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai istana atau hotel bintang lima terapung ini :

  • Lapangan tenis dan ruang fitnes mewah.
  • Kolam renang ukuran besar.
  • Ruang dansa ball room yang luas.
  • Restoran super mewah
  • Kasino tempat penumpang berjudi
  • Lift untuk membawa penumpang naik turun (kemewahan luar biasa waktu itu).

Para insinyur yang merancang Titanic juga telah memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka mendesain Titanic sedemikian rupa sehingga apabila misalnya terjadi sebuah tabrakan dahsyat, satu bagian kapal akan tetap bisa terapung di laut! Semuanya sudah diperhitungkan sampai detil sekecil-kecilnya. Oleh karena itu kapal ini diberi nama Titanic, berasal dari kata Titan, makhluk super dewa yang punya kekuatan supra natural dalam mythologi Yunani. Dengan penuh keyakinan para insinyur pembuat Titanic ini berkata, “Bahkan Tuhan tidak bisa menenggelamkan Titanic!”.

Tragedi Titanic
Titanic lepas jangkar pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris tanggal 10 April 1912 menuju New York dengan lebih dari 2000 penumpang. Pada tanggal 14 April 1912 pk 11.40 malam malapetaka terjadi. Para kelasi sudah beri 2x peringatan kepada Edward John Smith, kapten kapal bahwa di depan ada gunung es, tetapi Smith begitu yakin akan kekuatan Titanic sehingga peringatan diabaikan begitu saja. Baru pada peringatan ke tida kapten bertindak, namun sudah terlambat. Benturan dahsyat terjadi dan di tengah kegelapan malam yang dingin, Titanic bocor karena menabrak gunung es. Dinding pelapis kapal yang katanya anti bocor ternyata tidak berdaya menahan benturan. Pada saat itu di dalam kapal para penumpang sedang asyik dengan segala macam aktifitasnya :

  • Pesta pora di restoran mewah sedang berlangsung.
  • Meja judi kasino penuh sesak.
  • Lantai dansa di ruang ball room penuh dengan pasangan yang saling berpelukan.

Ketika goncangan terasa, mereka semua tenang saja sebab. Bukankah Tuhan tidak bisa menenggelamkan kapal ini? Ketika getaran lain mereka rasakan, masih juga para penumpang belum begitu panik sebab bukankah ada bagian kapal yang akan tetap terapung? Ketika akhirnya kapten menyuruh semua penumpang masuk sekoci penyelamat, banyak yang tidak mau sebab masih yakin akan kekuatan Titanic. Itulah sebabnya tiap sekoci yang kapasitasnya 60 orang ternyata hanya diisi 12 sampai 15 orang saja. Kalau saja semua masuk memenuhi sekoci yang selamat bisa lebih dari 705 jiwa dan korban mati tidak mencapai angka 1517 jiwa!

Renungan :

Dari tragedi Titanic 89 tahun yang lalu kita dapat menarik beberapa pelajaran rohani yang relevan untuk hidup kita di akhir jaman ini.

  1. Tuhan menentang orang congkak.
    Para insinyur pembuat Titanic dengan penuh kecongkakan berkata, “Bahkan Tuhan-pun tidak akan bisa menenggelamkan Titanic”. Kenyataan menunjukkan sebaliknya, usia kapal ini tidak sampai 1 minggu sudah ada di dasar laut. Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak menyukai sikap meninggikan diri seperti ini.
    - Kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Amsal 16:18)
    - Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati (1 Petrus 5:5)
    Ingat, Lucifer tadinya diciptakan sebagai malaikat yang sangat indah, namun ia menjadi congkak dan akhirnya jatuh menjadi setan.
  2. Lalai mengundang datangnya bencana.
    Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian awal, kapten Edward John Smith dua kali mendapat peringatan dari anak buahnya tentang bahaya gunung es. Namun Smith tidak menghiraukan peringatan ini; ketika peringatan  ketiga datang, semuanya sudah terlambat. Hal semacam ini terulang kembali pada peristiwa pemboman Jepang atas Pearl Harbour (7 Desember 1941) yang memakan korban jiwa banyak sekali. Bencana bisa tidak terjadi kalau saja sikap lali tidak diberi tempat. Ingatlah Amsal 1:32b – Orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
  3. Di saat krisis, harta tidak bisa menolong.
    Dalam kapal Titanic ada 11 multi jutawan dunia tercatat sebagai penumpang, antara lain nama-nama terkenal seperti : John Jacob Astor – milyuner muda baru kembali tour ke Mesir, Benjamin Guggnheim – milyuner baja, Isadore Strauss – milyuner garment, Joseph Bruce Ismay – milyuner perkapalan yang istrinya di Titanic pakai kalung senilai 8 milyar rupiah. Mereka masuk kelas utama Titanic dan dengan santainya bayar $69.000 (nilai sekarang) per orang. Ketika Titanic menabrak gunug es, mereka tidak peduli lagi dengan harga jutaan dolar yang ada di laci dan brangkas kapal. Andrew Peuchen, seorang milyuner berkata bahwa ia lebih suka bawa 3 jeruk segar untuk menahan laparnya dari pada perhiasan mahal milyaran rupiah yang tersimpan di kamarnya. Kalau begitu, siapakah yang bisa menolong di masa krisis? Dengar kesaksian kolonel Gracie seorang penumpang Titanic yang selamat.
  4. Kita harus senantiasa siap sedia bertemu Tuhan
    Ketika Titanic terbentur gunung es, para penumpang sama sekali tidak siap untuk bertemu dengan Tuhan. Mereka sedang asyik berdansa di ball room yang luas, berjudi di ruang kasino yang mewah, menyantap makan malam dengan menu istimewa di restoran yang nyaman. Sama sekali mereka tidak sadar bahwa pada saat itu umur mereka hanya tinggal beberapa menit saja. Nabi Amos dalam Amos 4:12 berkata, “Prepare to meet thy God” (Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu).
  5. Ada kapal yang tidak bisa tenggelam
    Tenggelamnya Titanic terjadi pada tanggal 14-15 April 1912, tengah malam hari Minggu dan dinihari hari Senin. Pada hari Minggu, 21 April 1912 diadakan kebaktian khusus untuk mengenang Titanic di kota Belfast, tempat Titanic di buat. Gedung gereja penuh sesak dengan kerabat korban dan juga para simpatisan yang lain. Pendeta berkhotbah dengan tema : Kapal yang tidak bisa tenggelam, namun yang dimaksudkannya bukan Titanic tetapi kapal yang diterjang angin ribut di danau Galilea. Karena di dalamnya ada Yesus, kapal tersebut tidak bisa tenggelam. Pendeta menegaskan hendaknya jemaat naik di kapal yang seperti itu.

Tuhan Yesus memberkati…

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
kado cinta
AUTHOR
August 16, 2011 at 1:09 AM delete

akibat kesombongan ...

jika Tuhan mau , bukan titanic saja , bahkan dunia pun akan di musnahkan Tuhan dalam sekejap ..

Reply
avatar