Berani Ambil Resiko

Bacaan Setahun : 1 Samuel 1-3
Nats : Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Sesudah menurunkan mayat itu, ia mengafani-Nya dengan kain lenan, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belu (Lukas 23:52-53)

Bacaan : Lukas 23:50-56

Dalam dunia bisnis ada pepatah "High risk high gain", makin besar risiko yang diambil, makin besar pula hasil yang diperoleh. Dalam pengambilan keputusan, ada orang yang bertipe "risk taker" [pengambil risiko], ada pula yang "safety player" [pemain aman]. Hal yang sama rupanya bisa dijumpai juga dalam menyatakan iman. Ada yang memilih bermain aman, tetapi ada pula yang berani mengambil risiko.

Yusuf dari Arimatea termasuk orang beriman yang berani ambil risiko. Perhatikan apa yang ia lakukan: ia mengurus segala sesuatu agar Yesus menerima penguburan yang layak (ayat 52-53). Sebelum peristiwa ini, nama Yusuf dari Arimatea tidak pernah disebutkan, apalagi dinyatakan se-bagai pengikut Kristus. Ia adalah anggota Majelis Besar (ayat 50), sutradara di balik drama penyaliban Yesus. Bertentangan dengan putusan Majelis yang membuat Yesus tampak sebagai penjahat, Yusuf memperlakukan Yesus sebagai Pribadi terhormat. Tindakannya memperlihatkan iman, kasih, dan keberpihakan pada Yesus di tengah komunitas yang membenci-Nya. Tidakkah itu berisiko merusak reputasi dan kedudukannya?

Dipandang dari keseluruhan kisah, peran Yusuf dari Arimatea tampak kecil dan sederhana. Namun, bandingkanlah sikapnya dengan murid-murid lain yang justru bersembunyi karena takut di-sangkutpautkan dengan Yesus (lihat Matius 26:56). Iman membuat Yusuf berani mengambil risiko dalam bertindak. Apabila iman kita membuat kita harus mempertaruhkan nama baik, harga diri, ja-batan, bahkan nyawa kita, beranikah kita mengambil sikap seperti murid Yesus ini? Selamat beriman! --ENO

APA YANG KITA YAKINI MENDATANGKAN KEBERANIAN DALAM BERSIKAP.
APA YANG ANDA YAKINI TENTANG YESUS?

Sabda.org
Previous
Next Post »