Kasih : Kuasa Pendorong

Yohanes 15:12-13 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 45; Kisah Para Rasul 17; Keluaran 39-40

Kasih. Itulah perintah pertama dan terutama yang diberikan Yesus kepada kita. Namun terlampau banyak orang percaya yang lalai untuk mematuhinya. Saya sedang membicarakan orang percaya yang dapat mengutip ayat dengan lancarnya bahkan mungkin menyebut nama Yesus 35 atau 40 kali sehari, namun mereka kasar dan tidak peka terhadap kebutuhan dari teman-teman dan keluarga mereka. Mereka sedemikian sibuk ‘melayani Tuhan' sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk melayani orang lain. Pertengkaran menjadi bagian dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Anda mungkin telah diselamatkan 45 tahun; Anda mungkin berkata-kata dengan bahasa roh sepanjang hari; tetapi jika Anda menyimpan perselisihan di hati Anda dan Anda tidak hidup menurut perintah kasih, maka hal-hal rohani merupakan kebodohan bagi Anda.

Bila Anda hidup seperti itu, nama Yesus tidak akan ada artinya bagi Anda. Iman takkan berhasil karena Alkitab menyatakan bahwa iman bekerja oleh kasih. Malah sebenarnya, tiada karunia Roh yang akan bekerja jika Anda tidak mempunyai kasih (lihat 1 Korintus 13).

Maukah Anda melihat kuasa Tuhan yang luar biasa disalurkan melalui hidup Anda? Kalau demikian, mulailah hidup dengan berjalan atas perintah kasih itu. Mulailah mengasihi orang-orang di sekitar Anda.

Kasih adalah kuasa pendorong. Kuasa Tuhan takkan bekerja tanpa kasih. Itulah sebabnya kita menyaksikan sedemikian banyak kegagalan kuasa atau kelemahan dalam Tubuh Kristus. Mulai hari ini, Anda dan saya dapat mengubah kegagalan itu. Kita yang memutuskan dan mengijinkan agar firman Tuhan tinggal dengan limpahnya dalam diri setiap kita. Kita dapat menetapkan hati kita untuk terus memelihara perintah Yesus dan menyebut nama-Nya dengan keyakinan dan penuh kuasa. Dan terutama sekali kita dapat mulai saling mengasihi.

Sesudah itu kita benar-benar akan menyaksikan kuasa Tuhan mulai mengalir.

Ketika Anda memutuskan untuk hidup dalam kasih, iman dan pengharapan akan senantiasa bangkit dalam hidup Anda.

Jawaban.com

Previous
Next Post »